Berhenti merokok memerlukan kegigihan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan perokok membutuhkan delapan hingga 10 kali percobaan, rata-rata, sebelum mereka mampu menghentikan kebiasaan tersebut. Sebuah penelitian memperkirakan bahkan mungkin diperlukan 30 kali percobaan selama hidup seorang perokok sebelum mereka benar-benar berhenti.
Tarikan nikotin
Perokok yang ingin berhenti merokok sering kali disabotase oleh keinginan untuk mengkonsumsi nikotin. Sebagai zat adiktif utama yang ditemukan secara alami dalam tembakau (dan ditambahkan ke rokok elektrik), nikotin mencapai otak beberapa detik setelah dihirup .
Seperti obat-obatan adiktif lainnya, nikotin membanjiri sirkuit penghargaan otak dengan zat kimia yang disebut dopamin. Zat ini juga menyebabkan sedikit lonjakan adrenalin yang mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah, yang menjadi salah satu alasan American Heart Association menganggap merokok sebagai faktor risiko utama penyakit jantung.
Penarikan nikotin
Perokok yang mencoba berhenti merokok mengalami gejala putus zat, seperti mudah tersinggung dan cemas, saat tubuh mereka kekurangan nikotin. Meskipun keinginan untuk merokok dapat berlangsung selama berbulan-bulan, gejala putus zat terburuk terjadi dalam tujuh hingga 10 hari pertama, menurut American Lung Association . Keinginan untuk merokok biasanya muncul satu atau dua jam setelah rokok terakhir Anda, dan sebagian besar keinginan untuk merokok hanya berlangsung beberapa menit.
Untuk mengatasi keinginan merokok, perokok sering kali beralih ke produk pengganti nikotin. Produk ini meliputi koyo nikotin yang dijual bebas, permen karet, dan permen pelega tenggorokan. Dokter Anda juga dapat meresepkan semprotan hidung atau inhaler nikotin. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk pengganti nikotin meningkatkan peluang untuk tetap bebas asap rokok, produk tersebut bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi keinginan merokok.
Bagi mereka yang ingin berhenti total, atau membutuhkan bantuan ekstra, cobalah enam teknik bebas nikotin ini untuk menghilangkan keinginan tersebut.
1. Lakukan. Saat keinginan untuk merokok muncul, lakukan olahraga secara bertahap hingga keinginan itu hilang. Penelitian menemukan bahwa sesi singkat latihan aerobik dengan intensitas sedang hingga tinggi memberikan manfaat paling besar untuk mengatasi keinginan merokok . Olahraga juga dapat membantu dalam jangka panjang. Menurut Smokefree.gov , keinginan merokok dan gejala putus rokok berkurang selama berolahraga dan hingga 50 menit setelahnya.
2. Berlatihlah bernapas dalam-dalam. Bernapas dalam-dalam menggantikan sensasi menghirup rokok dalam-dalam. National Cancer Institute merekomendasikan latihan pernapasan ini: Tarik napas dalam-dalam melalui hidung lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi ini 10 kali.
3. Alihkan perhatian mulut Anda. Merokok memberi mulut Anda sesuatu untuk dilakukan. Jika mulut Anda terasa tidak nyaman, cobalah mengunyah permen karet tanpa gula atau permen keras sebagai gantinya.
4. Hindari pemicu. Asap rokok dapat menggagalkan upaya untuk berhenti merokok. Ganti waktu istirahat merokok dengan berjalan-jalan. Jauhi tempat-tempat yang banyak perokoknya berkumpul.
5. Batasi alkohol dan kafein. Selain menjadi pemicu, terlalu banyak alkohol dapat mengurangi keinginan Anda untuk merokok. Kopi, teh, dan minuman berenergi yang mengandung kafein dapat memperburuk kecemasan dan stres, yang merupakan gejala umum putus zat.
6. Gunakan teknologi. SmokefreeTXT dari Smokefree.gov menawarkan program pesan teks gratis 24/7 untuk membantu Anda berhenti merokok. Bergantung pada tanggal berhenti merokok, Anda akan menerima tiga hingga lima pesan teks per hari, berisi kiat dan dorongan, selama enam hingga delapan minggu. Daftar untuk program lengkap atau cukup gunakan fitur dukungan sesuai permintaan dengan mengirim pesan teks CRAVE, MOOD atau SLIP ke 47848.