Salah satu faktor terbesar dalam kesehatan manusia adalah lingkungan. Menggarisbawahi pentingnya ini, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan pernyataan bersama pada tahun 2021 yang mengakui “hak atas lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan berkelanjutan” bagi semua orang. Lingkungan yang tidak sehat dapat mencakup polusi air, polusi udara, paparan bahan kimia, hilangnya keanekaragaman hayati, dan dampak perubahan iklim seperti kebakaran hutan. Ada lebih dari 12 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat menurut Kantor Pencegahan Penyakit dan Promosi Kesehatan. Kematian ini secara tidak proporsional memengaruhi individu berpenghasilan rendah, anak-anak, dan populasi miskin. Anak-anak lebih terpengaruh oleh masalah lingkungan karena mereka memiliki paparan lebih besar terhadap polusi udara, polusi air, racun, dll. secara proporsional dengan berat badan mereka daripada orang dewasa. Penyebab polusi udara meliputi pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan bensin), emisi industri, kebakaran hutan, dan pembakaran sampah secara terbuka. Polusi udara menyebabkan berbagai penyakit paru-paru serta alergi. Polusi udara dianggap sebagai faktor risiko lingkungan yang paling signifikan dan menjadi penyebab sekitar 7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Tiga ratus juta anak di seluruh dunia secara rutin menghirup udara yang dianggap beracun. Polutan air meliputi limbah industri, limpasan pertanian, mikroplastik, limbah cair, dan limbah yang tersaring dari tempat pembuangan sampah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 2 miliar orang tidak punya pilihan selain menggunakan air yang tercemar oleh kotoran manusia, yang menyebabkan hepatitis A, kolera, dan penyakit lainnya. Seiring dengan meningkatnya pembangunan lahan akibat hilangnya ruang terbuka dan alam liar, satwa liar dan manusia dipaksa untuk saling mendekat. Kedekatan ini mengakibatkan meningkatnya risiko penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia). Contoh penyakit zoonosis meliputi rabies, HIV/AIDS, dan COVID-19. Perubahan iklim juga memberi tekanan lebih besar pada habitat hewan, yang berkontribusi terhadap masalah ini. Manfaat lingkungan yang sehat tidak hanya terlihat pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesejahteraan mental dan emosional. Akses ke ruang terbuka hijau dan alam telah terbukti membantu mengurangi stres, depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati. ‘Ruang terbuka’ ini dapat mencakup alam liar seperti hutan atau gunung, tetapi taman kota yang hijau atau jalan setapak di tepi sungai juga termasuk. Di Kittitas County, kami beruntung tinggal di lokasi yang indah dengan air bersih, udara bersih (biasanya), dan akses ke ruang terbuka. Masalah paling signifikan di daerah ini adalah polusi udara yang terjadi secara berkala akibat kebakaran hutan. Kami juga memiliki Departemen Kesehatan Masyarakat Kittitas County yang sangat baik untuk mengawasi dan mengelola masalah kesehatan lingkungan. Mengingat bahwa konsumsi manusia merupakan salah satu penyumbang kerusakan lingkungan yang besar, kita dapat membuat perubahan di lembah kita dan sekitarnya dengan mengambil langkah-langkah sederhana:
  • Kurangi berkendara, pertimbangkan berjalan kaki atau bersepeda, jika memungkinkan.
  • Turunkan termostat Anda di musim dingin, dan naikkan di musim panas jika Anda menggunakan AC.
  • Beli dalam jumlah besar jika Anda bisa; hindari produk yang menggunakan banyak kemasan, terutama plastik.
  • Hindari penggunaan kantong plastik sekali pakai; bawalah tas belanjaan Anda sendiri yang dapat digunakan kembali untuk membeli sayur dan bahan belanjaan lainnya.
  • Buatlah kebun sayur bersama anak Anda atau ambil bagian dalam CSA (Consumer Supported Agriculture, di mana Anda dapat ‘berlangganan’ untuk mendapatkan hasil pertanian dari pertanian lokal).
  • Belajarlah untuk mengatakan “tidak” kepada mainan yang tidak dibutuhkan, yang dibuat dengan murah dan barang-barang lainnya (seringkali plastik) yang diberikan secara cuma-cuma atau sangat murah tetapi akan segera dibuang ke tempat sampah.
  • Secara umum, kurangi pembelian pakaian, dan belilah pakaian dari toko konsinyasi/toko barang bekas, baik secara fisik maupun online (seperti Poshmark dan Thred Up)
  • Komposkan limbah dapur dan halaman.
  • Daur ulang dengan benar; kenali apa yang dapat dan tidak dapat didaur ulang secara lokal.
  • Hemat listrik dengan menggunakan bohlam lampu LED, menutup kebocoran udara di sekitar jendela dan pintu, serta mematikan lampu saat tidak diperlukan.
  • Perhatikan penggunaan air.
  • Beli produk lokal dan hindari pengiriman barang ke rumah jika memungkinkan.
  • Makanlah produk musiman dan dari petani lokal – pasar petani lokal sangat cocok untuk hal ini!
  • Gunakan botol air yang dapat digunakan kembali; hindari botol dan gelas air plastik sekali pakai.
Diskusikan langkah-langkah ini sebagai sebuah keluarga dan pikirkan cara lain untuk membantu melindungi lingkungan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *