Pradiabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah dan A1C Anda meningkat — meskipun tidak cukup untuk dianggap sebagai diabetes. Dengan pradiabetes, tubuh Anda kurang sensitif terhadap insulin yang Anda hasilkan. Ini berarti Anda akan sering mengalami lonjakan gula darah setelah makan, terutama makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Orang dengan pradiabetes sering kali berakhir dengan diabetes.
Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup dapat membantu membalikkan diagnosis — atau setidaknya menghentikan (atau memperlambat) perkembangan diabetes. Berikut ini beberapa perubahan yang dapat Anda lakukan:
Turunkan berat badan dan berolahraga
Menurunkan berat badan dan berolahraga dapat meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk memproses glukosa dan juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Dalam satu studi pencegahan diabetes yang berfokus pada perubahan gaya hidup (pola makan dan olahraga), peserta berhasil menurunkan berat badan rata-rata 7% dan melakukan olahraga sedang selama 150 menit per minggu (seperti jalan cepat). Hasilnya: Risiko terkena diabetes berkurang hingga 58%.
Berolahragalah setelah makan
Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah meningkat sekitar 90 menit setelah Anda mulai makan. Anda dapat membantu meredakan peningkatan tersebut dengan mengatur waktu olahraga agar dimulai 30 menit setelah Anda mulai makan. Olahraga juga merupakan cara yang bagus untuk menjaga berat badan Anda tetap terkendali — atau bahkan menurunkan berat badan.
Tanyakan kepada dokter Anda tentang monitor glukosa berkelanjutan
Ini adalah sensor yang Anda tempelkan pada kulit Anda (biasanya bagian belakang lengan atau perut) untuk terus memantau kadar gula darah Anda. Meskipun tidak seakurat tusuk jari, sensor ini dapat memberi Anda wawasan tentang bagaimana berbagai makanan, ukuran porsi, dan olahraga memengaruhi kadar gula darah Anda. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk membuat perubahan positif — dan mendapatkan inspirasi untuk terus melakukan hal-hal yang berhasil.
