Banyak orang menggunakan obat bebas untuk meredakan nyeri dari waktu ke waktu. Obat-obatan ini termasuk asetaminofen, ibuprofen, naproxen-sodium, dan aspirin. Meskipun obat-obatan ini dapat membantu, pastikan untuk mengikuti kiat-kiat berikut agar aman menggunakannya.
Pilih obat yang tepat untuk Anda. Apoteker dapat membantu Anda memutuskan obat bebas mana yang akan dikonsumsi untuk masalah kesehatan dan riwayat kesehatan Anda, serta memeriksa apakah obat ini dapat berinteraksi dengan obat lain yang Anda konsumsi.
Ikuti petunjuk pada label dengan saksama. Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan untuk usia Anda. Jika Anda akan mengonsumsi lebih dari satu dosis, jangan mengonsumsinya lebih dekat dari yang disarankan pada kemasan.
Baca label untuk mengetahui bahan aktif apa saja yang terkandung dalam obat bebas. Beberapa obat bebas mengandung campuran bahan, seperti dekongestan dan pereda nyeri dalam obat flu. Mengonsumsi bahan aktif yang sama terlalu banyak dapat menyebabkan efek samping yang serius.
Jangan pernah memberikan aspirin atau obat apa pun yang mengandung aspirin kepada anak-anak atau remaja yang sedang demam atau terkena penyakit virus lainnya. Penggunaan aspirin saat anak menderita penyakit virus seperti flu, COVID-19, atau cacar air dapat menyebabkan kondisi serius dan terkadang fatal yang disebut Sindrom Reye .
Jangan mengonsumsi obat pereda nyeri OTC sebelum mendapatkan vaksin COVID-19. Sebagian orang ingin mengonsumsi obat ini secara proaktif untuk mencegah efek samping vaksin. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan untuk tidak melakukannya karena para peneliti tidak yakin apakah obat ini dapat memengaruhi efektivitas vaksin. Jika Anda mengalami efek samping vaksin, seperti sakit kepala atau demam, tidak apa-apa mengonsumsi obat pereda nyeri OTC untuk meredakan gejala.
