Sistem kekebalan tubuh melindungi Anda dari bakteri, virus, dan penyakit kronis yang berbahaya — dan nutrisi yang baik merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh Anda. Makanan utuh yang sehat menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membangun sel-sel kekebalan tubuh, ditambah antioksidan yang melindungi sel-sel yang sehat.
Sistem kekebalan tubuh yang kuat bergantung pada berbagai macam nutrisi yang bekerja sama untuk menjaga kesehatan Anda. Orang yang kurang gizi memiliki risiko lebih tinggi terserang flu dan pilek.
Mulailah dengan Pola Makan yang Seimbang
Pola makan yang bervariasi dengan banyak protein rendah lemak, karbohidrat berserat tinggi, dan lemak sehat menyediakan alat yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membangun dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Protein yang cukup, berbagai macam vitamin, dan mineral — seperti seng, selenium, tembaga, dan zat besi — sangat penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh.
Mengikuti diet Mediterania, DASH (Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi), atau vegetarian dapat membantu Anda mengonsumsi makanan yang tepat yang menyediakan nutrisi ini.
Jangan Kurangi Konsumsi Buah dan Sayur
Produk pertanian berwarna-warni kaya akan vitamin C, nutrisi utama untuk merangsang sel-sel kekebalan tubuh. Buah-buahan dan sayuran juga kaya akan antioksidan yang melindungi sel-sel sehat, sehingga menambah lapisan pertahanan ekstra.
Konsumsi lima hingga tujuh porsi buah dan sayur setiap hari, dan cobalah memvariasikan pilihan harian Anda dengan memilih satu buah atau sayur dari setiap warna pelangi.
Pertimbangkan Suplemen Multivitamin dan Mineral
Kebanyakan orang bisa mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dari pola makan yang sehat. Multivitamin harian dapat membantu mengisi kekurangan (termasuk vitamin D) jika pola makan Anda tidak optimal.
Namun, Anda harus menghindari bagian suplemen lainnya. Menurut National Institutes of Health, mengonsumsi nutrisi individual dalam dosis sangat besar tampaknya tidak akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
Sertakan Makanan Hasil Budidaya dan Fermentasi
Makanan seperti yogurt, kefir, kimchi, asinan kubis, dan acar yang difermentasi menyediakan probiotik, bakteri baik yang hidup di usus Anda. Probiotik membantu mendukung sistem kekebalan tubuh Anda dan melawan bakteri berbahaya serta mikroba lainnya — terutama yang ada di usus Anda.
Saat memilih makanan ini, periksa labelnya untuk memastikan makanan tersebut mengandung kultur hidup dan aktif. Produk olahan susu yang dikultur mengandung probiotik, tetapi tidak semua merek kimchi, asinan kubis, dan acar mengandung probiotik. Cobalah untuk mengonsumsi setidaknya satu porsi makanan fermentasi dan kultur ini setiap hari. Sebagai alternatif, Anda dapat mengonsumsi suplemen probiotik.
Batasi Alkohol, Gula, dan Makanan Kemasan atau Makanan Olahan Berat
Terlalu banyak mengonsumsi makanan ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terhadap virus atau infeksi lainnya. Makanan ini juga dapat menyebabkan peradangan, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis.
Cobalah untuk membatasi makanan penutup dan alkohol pada acara-acara khusus atau sesekali. Pilih makanan utuh daripada makanan dan camilan kemasan saat berbelanja di toko kelontong. Dan hindari makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, dan kentang goreng sebisa mungkin.
Pertahankan Kadar Vitamin D yang Optimal
Vitamin ini memainkan banyak peran penting dalam tubuh Anda, termasuk mengatur fungsi kekebalan tubuh. Vitamin ini secara alami terdapat dalam ikan berminyak dan kuning telur serta ditambahkan ke susu yang diperkaya (susu biasa dan susu nabati), jus jeruk, dan sereal. Jika Anda tidak mengonsumsi makanan ini setiap hari, tanyakan kepada dokter apakah Anda memerlukan suplemen.
Jumlah asupan harian yang direkomendasikan (RDA) AS untuk vitamin D adalah 600 IU (15 mcg) setiap hari untuk orang dewasa berusia 70 tahun ke bawah. Mereka yang berusia di atas 70 tahun harus mendapatkan 800 IU (20 mcg) setiap hari. Tubuh Anda menyimpan vitamin D. Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari jumlah yang direkomendasikan kecuali penyedia layanan kesehatan Anda memeriksa kadar vitamin D Anda dan meminta Anda melakukannya.
Jaga Berat Badan Tetap Sehat
Memiliki berat badan berlebih secara signifikan meningkatkan risiko Anda terserang penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker, dan berat badan berlebih juga membuat Anda lebih rentan terhadap bakteri dan virus.
Memiliki terlalu banyak lemak tubuh, terutama di perut, memicu peradangan dan mengganggu fungsi sel imun Anda. Mengonsumsi makanan utuh yang lebih sehat dan mengurangi makanan cepat saji akan membantu Anda menurunkan berat badan.
Melakukan olahraga teratur juga dapat membantu menurunkan berat badan, dan dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat. Lakukan olahraga cepat setidaknya selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.
