Penyebab Disentri, Gejala, dan Upaya Pencegahannya


 

Pernahkah Anda mengalami diare hingga berdarah? Kondisi tersebut merupakan salah satu indikasi disentri yaitu peradangan usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini harus diupayakan pengobatannya agar segera sembuh. Anda juga perlu memahami gejalanya agar dapat mengidentifikasi dengan benar kondisi tubuh. Agar tak kambuh lagi, terapkan upaya pencegahannya.

Penyebab Disentri

Setiap gangguan kesehatan tubuh pasti ada penyebabnya. Berbagai penyebab disentri harus diketahui sejak dini agar dapat melakukan upaya pencegahan. Akan tetapi, jika sudah terlanjur mengalami disentri, diharapkan dengan mengetahui penyebabnya bisa mencegah semakin parahnya gejala.

Penyebab disentri adalah infeksi bakteri dan amoeba atau parasit bersel satu. Berdasarkan penyebabnya tersebut, terdapat dua tipe disentri yaitu disentri basilaris yang disebabkan oleh bakteri dan disentri amoebik atau amoebasis yang disebabkan oleh amoeba atau parasit bersel satu. Kedua jenis penyakit ini menimbulkan gejala yang sama berupa infeksi yang menyebabkan peradangan di usus. Gejalanya juga sangat menganggu sistem pencernaan.

READ  Mengetahui Informasi Cara Mengatasi Infeksi Cacing Tambang

Selain penyebab utama berupa mikroorganisme di atas, terdapat faktor pemicu lainnya yaitu sanitasi lingkungan yang tidak baik, suplai air bersih yang tidak memadai, mengolah makanan atau minuman tidak higienis, dan kontak fisik dengan penderita disentri.

Gejala yang Dialami Penderita

Selain harus mengetahui dan mewaspadai penyebab disentri, Anda harus mengetahui gejala yang dialami penderitanya. Memahami gejala akan memudahkan Anda dalam mengenali dan mengatasinya agar tidak semakin parah. Gejala yang dapat dialami para penderita disentri adalah diare yang berdarah atau berlendir, timbul rasa mual dan muntah, perut nyeri atau kram, demam tinggi, dehidrasi, dan kehilangan nafsu makan. Terdapat juga penurunan berat badan, pendarahan di daerah dubur, dan terdapat rasa nyeri saat buang air besar.

READ  Yuk berkreasi pemanfaatan sampah plastik

Berbagai gejala yang dialami tersebut harus diwaspadai agar tidak semakin parah. Untuk itu, Anda harus memahami setiap gejala tersebut sejak awal agar dapat mengantisipasinya. Segeralah periksakan ke dokter jika mengalami kondisi tersebut.

Upaya Pencegahan Disentri

Mengingat banyaknya penyebab disentri tersebut, sebaiknya segera dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Berbagai upaya pencegahan ini sangat berarti karena dapat mencegah Anda mengalami berbagai gejala yang tentunya sangat merugikan dan membahayakan kesehatan.

Perilaku hidup sehat dan sanitasi yang bersih dapat meminimalisasi risiko kontaminasi bakteri dan parasit sebagai penyebab disentri. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir juga sangat penting untuk mencegah penyebaran bakteri jahat dan parasit. Memasak makanan sampai matang juga menjadi saran terbaik agar tidak ada lagi bakteri atau parasit yang masuk lewat makanan. Anda juga harus mengonsumsi minuman yang sehat dan teruji kebersihannya

READ  Mengenal Penyebab Infeksi Cacing Tambang Lebih Mendalam

Menghindari memakai handuk bergantian juga sangat dianjurkan. Mencuci pakaian dan peralatan makan secara terpisah di air yang bersih dan mengalir juga sangat dianjurkan agar memutus rantai penyebaran bakteri.

Dikutip dari honestdocs.id, pencegahan disentri juga harus dilakukan dengan menghindari minum es, makanan, dan minuman di pinggir jalan karena sumber airnya belum tentu bersih. Pencegahan juga perlu dilakukan dengan tidak mengonsumsi produk olahan susu yang belum dipasteurisasi.

Berbagai pemahaman mengenai penyebab disentri, gejala, sampai pada upaya pencegahan juga perlu dilakukan agar kondisi tubuh tetap baik. Anda bisa mencegah peradangan usus yang disebabkan infeksi bakteri atau parasit yang memang bisa terjadi akibat kurangnya menjaga kebersihan atau kecerobohan.

 

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

hellosehat.com

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

doktersehat.com